Get Gifs at CodemySpace.com

Sabtu, 10 Desember 2011

makalah antrofosfer terlengkap


PENGERTIAN ANTROFOSFER.
Secara etimologi (asal kata) antroposfer berasal dari dua kata, yaituantrophos yang berarti manusia dansphere yang berarti lapisan. Antroposfer diartikan sebagai lapisan di mana manusia hidup bertempat tinggal pada permukaan bumi. Lapisan antroposfer ini lebih tipis dibanding lapisan biosfer yang telah dijelaskan pada Bab I yang lalu.
Tidak semua tempat di bumi dapat ditinggali manusia. Total luas permukaan bumi, yang berupa daratan hanya seluas 56,9 juta mil persegi atau 29 persen dari keseluruhan permukaan bumi, lainnya 71 persen merupakan perairan. Total luas daratan 29 persen yang dapat ditinggali manusia hanya sekitar 20 persen, 20 persen merupakan daerah kutub, 20 persen daerah gurun, 20 persen daerah yang bergunung-gunung, dan 20 persen lainnya merupakan daerah hutan dan rawa.
Manusia sebagai salah satu makhluk hidup yang hidup di bumi bergantung pada kondisi biosfer, hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Lapisan atmosfer membentuk cuaca dan iklim yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Lapisan litosfer berpengaruh pada tanah dan bentuk lahan, dan berpengaruh pula pada manusia dalam memperoleh sumber daya alam. Lapisan hidrosfer memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam hal ketersediaan air dengan berbagai manfaatnya. Berikut gambar kedudukan antroposfer di antara biosfer, hidrosfer, litosfer, dan atmosfer.
FAKTOR-FAKTOR ANTROFOSFER
Para ahli geografi mengemukakan tujuh faktor lingkungan alam yang mendasari kehidupan manusia. Faktor lingkungan alam tersebut akan memengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan religi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut,
A.   Lokasi Geografis
Lokasi geografis dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. lokasi absolut
Lokasi yang ditentukan oleh Garis Lintang dan Garis Bujur di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis dan tidak dapat diubah,


  1. lokasi relatif
Berkaitan dengan bentuk daratan atau perairan. Lokasi ini menyangkut keterjangkauan (aksesibilitas) suatu daerah.
B.    Topografi atau Relief
Daerah dengan Topografi terlalu tinggi, terlalu miring, dan terlalu bergelombang, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi cenderung lebih sulit berkembang dibandingkan dengan daerah yang memiliki topografi relatif datar seperti di daerah dataran rendah. Berbagai usaha pertanian di daerah yang mempunyai topografi kasar akan sulit berkembang, misalnya Swiss,Austria, Tibet, Nepal, serta kawasan di sepanjang Pegunungan Andes (Amerika Selatan). Sebaliknya dataran rendah seperti Cina, tanah rendah di Inggris, dan kawasan prairie di Amerika Serikat mempunyai topografi yang baik untuk pertanian. Konfigurasi garis pantai juga merupakan jenis topografi yang berpengaruh pada kegiatan ma]]nusia, misal pantai berteluk-teluk (fyord) di Norwegia menguntungkan dalam usaha perikanan.
C.   Struktur Geologis
Struktur geologis pada permukaan bumi memengaruhi geomorfologi suatu wilayah. Geomorfologi sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan penduduk yang ada di wilayah tersebut, khususnya kegiatan di bidang ekonomi.
D.   Iklim
Iklim adalah faktor lingkungan yang sangat penting dalam memengaruhi kegiatan manusia. Kekayaan budaya banyak sekali dipengaruhi oleh iklim misalnya model pakaian, bentuk bangunan rumah, dan sistem pertanian.
E.    Tanah
Tanah merupakan lapisan paling atas dari permukaan bumi. Tanah mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia di antaranya untuk tempat tinggal dan sebagai lahan untuk kegiatan bercocok tanam. Tanah sebagai salah satu sumber daya alam perlu dijaga kelestariannya.
F.    Tumbuhan
Tumbuhan atau vegetasi, baik yang alami maupun vegetasi buatan sebagai hasil budi daya manusia bermanfaat, antara lain:
  1. sebagai sumber bahan makanan baik bagi manusia maupun binatang (khususnya binatang memamah biak);
  2. sebagai bahan dasar obat-obatan tradisional;
  3. sebagai bahan dasar pembuatan kosmetika;
  4. penghasil kayu untuk bahan industri, perumahan, sandang, kerajinan, dan sebagainya.



G.   Hewan
Terdapat hubungan yang erat antara vegetasi dan hewan yang hidup secara alamiah maupun yang telah dibudidayakan manusia. Manusia memanfaatkan hewan untuk membantu pekerjaannya, sumber makanan, juga untuk rekreasi. Namun ada pula hewan yang mengganggu kehidupan manusia, misal hewan yang mengganggu usaha pertanian seperti belalang, wereng, kumbang, tikus, dan sebagainya. Ada pula hewan yang menyebarkan penyakit, misalnya nyamuk, tikus, anjing, unggas, burung, dan sebagainya.
ADAPTASI MANUSIA
Kehidupan manusia tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut antara lain perubahan lingkungan fisik, lingkungan biologis, serta lingkungan sosial. Terjadinya perubahan-perubahan  tersebut menyebabkan seluruh makhluk hidup termasuk manusia perlu melakukan penyesuaian dengan ling- kungannya agar dapat mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan ini dinamakan suatu tindak adaptasi.
Adaptasi dari makhluk hidup khususnya dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu adaptasi genetis dan adaptasi somatis.
a)    ADAPTASI GEOMETRIS
Setiap lingkungan hidup selalu merangsang penghuninya untuk mem- bentuk struktur tubuh tertentu. Struktur yang dibentuk ini dapat bersifat menurun dan permanen, sehingga dapat dikatakan adanya hubungan yang kuat antara struktur tertentu dari organisme dengan lingkungan hidupnya. Manusia memiliki banyak ciri-ciri genetika yang spesifik dibanding makhluk hidup lainnya, antara lain:
a. mempunyai susunan gigi yang lengkap
-gigi incisivus untuk mengerat seperti binatang pengerat (rodentia),
-gigi caninus untuk merobek-robek daging seperti binatang pemakan
daging (carnivora), dan
-gigi molar untuk menghancurkan makanan seperti binatang pemakan
tumbuhan (herbivora),
b. mempunyai organ pencernaan dengan enzim-enzim dan kekuatan-kekuatan
khusus yang ada di dalamnya,
c. mempunyai struktur badan yang lengkap, termasuk susunan syaraf yang
menjadikan manusia sebagai makhluk hidup “berakal”.
Keadaan sifat-sifat genetika tersebut membuat manusia mempunyai toleransi
yang besar terhadap lingkungan hidupnya.

\



b)    ADAPTASI  SOMATIS
Adaptasi somatis adalah adaptasi yang berbentuk perubahan struktural ataupun fungsional, bersifat sementara serta tidak diturunkan kepada keturunannya. Apabila terjadi perubahan lingkungan yang baru, maka struktur atau fungsinya bisa berbeda pula sesuai dengan perubahan yang terjadi. Misalnya, pada daerah panas kulit manusia akan berubah menjadi lebih gelap, sedangkan daerah yang dingin menjadi lebih terang. Di daerah pegunungan dengan kadar oksigen yang lebih rendah dari daerah pantai, maka bentuk jantung dan paru- paru juga akan menyesuaikan menjadi lebih besar.
Adaptasi somatis selain mengubah struktur dan fungsi pada manusia, juga dapat mengubah kemampuan manusia. Dengan kemampuan ini manusia menjadi lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang
bermacam-macam. Berbagai alat yang diproduksi manusia semakin lama semakin kompleks sesuai dengan kemajuan teknologi mereka, misal kemajuan teknologi di bidang konstruksi bangunan, pakaian, persenjataan, obat-obatan sampai teknologi mengeksplorasi luar angkasa. Kemampuan ini tidak dapat dijumpai pada makhluk lain seperti binatang maupun tumbuhan. Adaptasi somatis ini juga mampu membentuk sifat-sifat manusia menjadi agresif, pemalas, pemarah, dan sebagainya.
Manusia sebagai penghuni bumi, bukan hanya bertempat tinggal, tetapi mencakup berbagai hal, seperti mempertahankan diri dan meningkatkan taraf hidupnya baik secara individu maupun secara berkelompok. Adaptasi manusia terhadap lingkungannya berbeda dengan adaptasi tumbuhan dan hewan. Adaptasi manusia lebih terlihat pada perubahan perilaku dan budayanya sebagai respons yang tepat terhadap tantangan dari lingkungannya.
Adaptasi pada manusia di muka bumi dengan kondisi lingkungan yang berbeda akan menimbulkan bentuk adaptasi yang berbeda pula, misalnya cara berpakaian, bermata pencaharian, berbahasa, dan sebagainya. Secara keseluruhan adaptasi itu akan membentuk pola-pola kebudayaan yang berbeda- beda yang tersebar di permukaan bumi, sehingga membentuk wilayah kebudayaan (cultural region).
Pada saat hari pertama masuk kelas XI, adaptasi seperti apa yang Anda lakukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru? Tulislah pengalaman Anda tersebut pada selembar kertas dan mintalah tanggapan dari teman sebangku Anda.
c)    Daerah-Daerah Budaya di Bumi
Para ahli geografi membedakan kawasan suatu daerah berdasarkan kondisi fisik dan budayanya, baik yang berupa material (gedung-gedung, jaringan jalan, penguasaan teknologi), maupun spiritual, (keagamaan, keyakinan dan adat kebudayaan). Perbedaan antarwilayah secara kultural di permukaan bumi dibagi menjadi sembilan wilayah budaya, sebagai berikut.

Daerah Budaya Kutub

Wilayah ini meliputi daerah-daerah dengan lintang geografis yang tinggi,
terutama di bumi belahan utara yang tertutup salju, tundra, atau taiga. Suku
bangsa asli yang tinggal di wilayah ini secara nomaden termasuk ras mongoloid, misalnya bangsa Lap dan Samoyed di Eropa Utara (Finlandia dan Swedia). Mata pencaharian yang utama adalah menangkap ikan atau memelihara rusa kutub, pertanian tak mungkin diusahakan di wilayah ini, sumber daya alam sangat langka, se- hingga barang-barang dibuat dari hewan ternaknya seperti, bulu, ku- lit, tulang, tanduk, dan otot.
Kehidupan yang nomadis ber-
cirikan kegotongroyongan yang ber-
corak komunal primitif. Organisasi politik tak pernah berkembang karena pen- duduknya jarang. Arsitektur tak berkembang, rumah-rumah mereka berupa tenda berbahan kulit dan tulang yang dapat dipindah-pindah. Kemajuan yang terjadi lebih disebabkan karena terjadinya kontak dengan dunia luar.
Di kutub utara terdapat suku bangsa Eskimo, dengan rumah aslinya yang khas yaitu iglo. Carilah data-data baik tulisan maupun gambar/foto tentang suku bangsa Eskimo. Buatkan kliping dengan tema “Budaya Suku Bangsa Eskimo”.
Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.

Daerah Budaya Eropa dan Anglo – Amerika
Peradaban Eropa bersumber dari Bangsa Yunani, Romawi dan Yahudi- Kristen. Unsur Yunani memperjuangkan kebenaran, unsur Romawi memper- juangkan keadilan, dan unsur Yahudi-Kristen memperjuangkan cinta kasih. Namun secara keseluruhan watak peradaban dunia Barat adalah agresif, serakah dan progresif. Penduduknya mayoritas beragama Kristen.
Masyarakatnya bermata pencaharian agraris bertaraf tinggi, dan industri dengan teknologi modern yang menjamin taraf kehidupan rakyatnya. Gejala urbanisasi dan mobilitas sosial meningkat. Spesialisasi di segala bidang kehidupan meluas, kreativitas tampak di bidang sastra, musik dan bidang seni lainnya. Di Eropa telah lahir berbagai paham politik seperti demokrasi, nasionalisme, dan komunisme. Setelah usai perang dunia kedua Eropa terpecah secara politis menjadi dua, yaitu Eropa Timur dengan paham komunis dan Eropa Barat dengan paham nonkomunis.
Di Benua Amerika Utara terdapat kawasan budaya Anglo-Amerika, yang ciri-ciri kulturalnya diwarisi dari Eropa. Wilayah geografisnya yang luas dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah memberikan banyak keuntungan bagi penduduknya. Di kawasan ini kapitalisme, industrialisme, dan urbanisme bersama-sama mencapai puncaknya. Sumber daya alam yang dimanfaatkan berupa pertambangan dan pertanian dengan mekanisasi dan otomatisasi sehingga taraf hidupnya tinggi.
 Daerah Budaya Amerika Latin
Amerika Latin meliputi Benua Amerika tengah dan selatan. Penduduk- nya kebanyakan imigran dari jazirah Ibe- ria (Spanyol), maka bahasa yang dipakai umumnya bahasa Spanyol kecuali Brasil yang berbahasa Portugis. Penduduknya mayoritas beragama Roma Katolik. Ar- sitektur Mediteran tampak di kota-kota, baik kota besar maupun kecil. Ditinjau dari sistem kemasyarakatannya terdapat perbedaan yang mencolok antara kaum miskin dan kaya. Kekacauan politik seringkali muncul dan memaksa ber- fungsinya pemerintahan militer diktator.
Daerah Budaya Kering
Benua Asia bagian tengah dan Af- rika bagian utara merupakan kawasan kering yang berupa padang rumput sam- pai gurun pasir. Secara klimatologis di- namakan wilayah semiarid sampai arid. Di masa lampau kebanyakan penduduk di wilayah ini hidupnya adalah nomaden (berpindah-pindah), dengan mata pencaharian beternak. Pertanian hanya terbatas di oase-oase yang kemudian menjadi tempat tinggal permanen. Ko- munikasi dan transportasi antarwilayah diusahakan oleh karavan (kafilah) yang keberadaannya berkaitan erat dengan peternakan dan menggembala. Jaringan kafilah ini luas dan telah berjasa dalam persebaran kota-kota dan desa-desa di seluruh wilayah ini.
Pada umumnya masyarakatnya menganut agama Islam dengan tipe budaya yang semakin ke barat bercorak Arab-Berber, sedangkan semakin ke timur bercorak Turki-Mongolia. Kehidupan mereka yang terpisah-pisah secara geografis menyebabkan tidak terdapat keseragaman etnik maupun bahasa. Dunia kering yang dahulu serba miskin, sekarang ini sudah menjadi negara- negara kaya dengan penemuan tambang-tambang minyak, misalnya di Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi negarap e t r o - d o l l a r, yang maju perekonomiannya. Negara-negara minyak yang kaya tersebut antara lain Arab Saudi dan negara-negara Syeh di Teluk Parsi, Irak, Iran, dan Libya. Proses transformasi menjadi makmur berjalan amat pesat dan mampu menyedot tenaga kerja dari negara-negara lain seperti Indonesia (TKI & TKW), Filipina, Bangladesh, dan sebagainya.
Daerah Budaya Afrika
Dilihat secara menyeluruh penduduk Afrika merupakan ras Negroid, walaupun di Afrika Selatan sejak dua abad yang lalu telah tinggal orang berkulit putih. Penduduk Afrika beranekaragam etnik, bahasa, agama, dan budayanya. Adanya gurun (padang pasir) yang sangat luas di bagian tengah dan hutan lebat di wilayah tropik menjadikan wilayah ini menjadi kawasan yang minim sarana komunikasi dan transportasi sehingga lambat dalam perkembangan teknologi.
Mata pencarian penduduk banyak yang semula hanya pengumpul hasil hutan, berburu, kemudian berternak dan pertanian primitif. Peperangan antar- suku dan merajalelanya penyakit, seperti Ebolla, HIV AIDS, dan kelaparan menyebabkan di masa lampau Afrika disebut sebagai benua terbelakang. Agama semula animistis, sedang di bidang budaya material, arsitektur bangunan masih rendah mutunya.
Terjadinya kolonialisme Eropa membawa perubahan di wilayah ini. Orang-orang Negro diperjualbelikan menjadi budak di Benua Amerika. Afrika dijajah dan dibagi-bagi di antara penjajah kulit putih, dengan berakhirnya perang dunia kedua lambat laun berakhir pula pen- jajahan. Saat ini bangsa negro telah mengalami kemajuan pesat utama- nya dalam bidang olahraga misalnya atletik, sepak bola, bola basket di negara maju (Amerika dan Eropa) pemain olahraga didominasi oleh bangsa kulit hitam ini.

Daerah Budaya Timur
Asia merupakan kawasan budaya yang beriklim musim (Monsoon Asia). Asia terdiri atas negara-negara dengan keragaman etnik, bahasa, dan agama. Karakteristik yang mengelompokkan bangsa-bangsa di kawasan ini menjadi satu kawasan adalah kondisi sosial ekonomi (dengan pengecualian Jepang, Hongkong, Singapura, dan Korea Selatan). Kesamaan kondisi sosial ekonomi
antara lain berupa kemiskinan material, kelambanan ekonomi, jumlah penduduk, kebutahurufan penduduk, dan pola kehidupan pedesaan.
Saat ini kemajuan telah banyak diperoleh negara-negara di kawasan Timur, meskipun kehidupannya masih bercirikan pola kehidupan pedesaan. Salah satu negara yang mengalami kemajuan pesat di Asia beriklim musim ini adalah Jepang. Setelah kalah dalam perang dunia kedua, perkembangan industrinya tidak kalah dengan negara- negara Barat dan kehidupan pen- duduknya sudah berpola perkotaan. Kawasan Timur beriklim musim di Asia ini masih dapat dibagi menjadi kawasan India, kawasan Timur Jauh, kawasan Indo-Cina, dan kawasan Nusantara (dulunya Hindia Timur yang mencakup Indonesia, Filipina dan negara-negara Melayu lain).
Daerah Budaya Australia-Selandia Baru
Sama halnya dengan kawasan Anglo-Amerika, kawasan ini berakar pada budaya Barat yakni Eropa. Penduduk aslinya berjumlah kecil (suku Aborigin) sehingga yang disebut orang Australia adalah orang pendatang berkulit putih. Mata pencaharian di kawasan ini seimbang antara pertanian dan industri. Taraf hidup tinggi, pendidikan baik, bersemangat, dan progresif. Tempat tinggal mereka kebanyakan di perkotaan, dan pengaruh budaya Amerika berkembang pesat di wilayah ini.
Daerah Budaya Pasifik
Letak wilayah budaya ini di Samudra Pasifik yang luas dan dapat dirinci menjadi tiga kelompok budaya, yaitu Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia. Lautan menjadi sumber makanan, sarana komunikasi, dan transportasi karena lingkungannya berupa laut. Kedatangan penjajah dari Barat mengakibatkan munculnya perkebunan dan pertambangan. Setelah perang dunia kedua gerakan kebangkitan bangsa mulai muncul di wilayah ini, terutama di bidang politik, budaya, ekonomi, dan sosial. Proses dekolonisasi yang sedang terjadi ditandai dengan bersatunya secara politis penduduk pulau-pulau Samoa Barat, Fiji, Papua Nugini, Tonga, Nauru sebagai Melanesia.
Daerah Negara-Negara Sosialis
Eropa bagian timur dan sebagian besar wilayah Rusia secara geografis sebenarnya dekat dengan Eropa barat. Namun Rusia dan negara-negara satelitnya telah mengklaim dirinya atas kepemilikan corak budaya tertentu. Paham komunis dengan sistem ekonomi dan politik yang digariskan Karl Marx mendasari hidup kemasyarakatan yang khas. Saat ini dengan berakhirnya negara komunis Uni Soviet berakhir pula dominasi budaya komunis di kawasan ini. Banyak negara-negara Eropa Timur dan negara-negara pecahan Uni Soviet sekarang telah menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.




HAL YANG TERKAIT DENGAN ANTROFOSFER
Meliputi pengertian antroposfer, komposisi penduduk, pertumbuhan penduduk, dan penyajian data penduduk dalam bentuk grafik, tabel/ diagram.
1). Cuaca dan iklim
2). Relief / ketinggian tempat
3). Manusia
  • b. Sarana penyebaran
1). Angin
misalnya biji-bijian yang terbawa oleh hempasan angin
2). Aliran air
misalnya tumbuhan atau biji-bijian yang terbawa oleh    aliran sungai
3). Lahan
misalnya adanya gerakan spesies di daratan
4). Manusia
misalnya flora dan fauna yang dipindah oleh manusia
  • c. Hambatan
1). Geografis
Kondisi geografi yang menjadi penghambat penyebaran flora dan fauna terutama adalah bentang alam yang berupa samudra, padang pasir,  sungai dan pegunungan.
2). Biologis
Faktor yang menjadi penghambat penyebaran flora dan fauna secara biologis antara lain habitat yang tidak sesuai dan tidak cocok lagi untuk kelangsungan hidup, tidak adanya persediaan makanan atau predator.
3). Tanah ( Edafik)
Kondisi tanah yang dapat menjadi penghambat penyebaran flora dan fauna antara lain, ketersediaan unsur hara, udara dan air
  • 3. Persebaran flora dan fauna di dunia
Menurut Alfred Russel Wallace persebaran fauna di dunia dikelompokkan menjadi enam wilayah, yaitu :
  • a. Wilayah Neartik
Meliputi seluruh wilayah Amerika Utara bagian tengah   terdiri atas padang rumput dan bagian utara merupakan hutan konifer seluruh Greenland, sedangkan hewannya berupa antilop, tupai dari Amerika Utara,bison, kalkun dan karibu
b. Wilayah Neotropik
Meliputi Mexico bagian selatan dan tengah serta Amerika Selatan, hewan-hewannya berupa kukang, armadillo, kuda, tapir, siamang dll
c. Wilayah Australis
Meliputi Selandia Baru, Irian, Maluku dan pulau-pulau di sekitarnya.  Hewannya terdiri atas kanguru, trenggiling, koala, cendrawasih, kura-kura, berbagai macam burung dll.
  • d. Wilayah Oriental
Meliputi wilayah Benua Asia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sri Langka dan Filipina, banyak terdapat hutan hujan tropis dan beraneka macam flora dan fauna, hewan-hewannya berupa harimau, gajah, gibon,orang utan dan badak bercula satu.
  • e. Wilayah Paleartik
Meliputi seluruh Eropa, Afganistan, Himalaya,Afrika, Inggris dan Jepang, hewannya terdiri atas bison, kucing kutub, menjangan kutub, landak
  • f. Wilayah Etiopian
  • Meliputi seluruh benua Afrika, Madagaskar dan wilayah Arab bagian selatan, banyak terdapat gurun yang menjadi pembatas wilayah satu dg lainnya, sehingga jenis binatangnya berbeda yang terdiri atas Gorilla, Simpanze, antelop, burung unta, zebra, kuda nil dan jerapah.
Ø  Manusia sebagai sumber daya
Sumber daya terdiri dari 3 macam yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya cultural/kebudayaan. Manusia sebagai sumber daya maksudnya bahwa dengan akal pikiran manusia, manusia dapat memanfaatkan/mengolah sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta mampu menciptakan sumber daya kultural sebagai sarana pemenuhan kebutuhan. Posisi manusia disini dapat diartikan sebagai khalifah di muka bumi.
Sumber daya terdiri dari tiga yaitu :
1.   Sumber daya alam (SDA)
SDA adalah segala sesuatu yang tersedia di alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. SDA dapat diartikan sebagai alat/obyek untuk memuaskan kebutuhan manusia. Misalnya : air, tanah, udara, barang tambang, hutan dsb.
2.  Sumber daya manusia (SDM)
SDM adalah kemampuan manusia dalam mengolah SDA agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagaimana kebutuhannya. Misalnya manusia menebangi kayu dan membangun rumah dengan kayu tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Kemampuan manusia tersebut disebut dengan tenaga yang terdiri dari :
a. Tenaga trampil
Tenaga yang terbentuk karena proses pengalaman saja tanpa melalui pendidikan ilmiah. Misalnya : kemampuan menjahit tanpa kursus.
b. Tenaga terdidik
Tenaga yang terbentuk karena pengalaman belajar di sekolah atau tempat kursus. Misalnya : kemampuan membaca.
c. Tenaga ahli
Tenaga yang terbentuk oleh kegiatan belajar mengajar dan pengalaman. Misalnya : dokter yang telah menjalani pembelajaran di PT dan telah memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun.
3. Sumber daya culture (SDK)
SDK adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dapat berupa barang maupun bukan barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia maupun sebagai media pemuas kebutuhan manusia.
Ø  Pengertian Demografi
Demografi berasal dari kata demos (rakyat) dan grapien (tulisan). Jadi demografi dapat diartikan tulisan-tulisan tentang rakyat. Demografi adalah ilmu social yang mempelajari tentang penduduk beserta seluk beluknya yaitu besar/jumlah penduduk, komposisi, distribusi dan perubahannya dari waktu ke waktu (dinamika) yang disebabkan karena bekerjanya 5 komponen demografi yaitu kelahiran, kematian, migrasi, perkawinan dan mobilitas sosial.
Posisi demografi dalam geografi
Demografi merupakan cabang dari geografi manusia yang mempelajari tentang penduduk.

Manfaat demografi
  1. Mengetahui jumlah dan distribusi penduduk
  2. Mengetahui pertumbuhan penduduk dan dampak yang ditimbulkan.
  3. Memprediksikan hal-hal yang terjadi dengan adanya pertumbuhan penduduk.
Ruang lingkup kajian dalam demografi
1. Besar/jumlah penduduk
2. Komposisi penduduk
3. Distribusi penduduk
4. Dinamika penduduk
Ø  Besar Penduduk
Pengertian besar penduduk
Besar penduduk adalah jumlah penduduk/manusia yang mendiami suatu wilayah secara administrative atau politis. Misalnya : penduduk kecamatan Jebres, penduduk Negara Indonesia dsb.
Besar penduduk di dunia
No
Negara
Jumlah Penduduk (Jiwa)
Luas Wilayah (Km2)
Kepadatan (Jiwa/ Km2)
1
2
3
4
5
Cina
India
Amerika Serikat
Indonesia
Brasil
1,29 Milyar
1,07 Milyar
0,29 Milyar
0,22 Milyar
0,15 Milyar
9,6 Juta
3,3 Juta
9,4 Juta
1,9 Juta
8,5 Juta
134
325
31
114
18
Pengertian kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah rata-rata penduduk yang mendiami suatu wilayah administrative atau politis tertentu, biasanya dinyatakan dalam jiwa/Km2. misalnya: tingkat kepadatan penduduk kecamatan Jebres adalah 10.790 jiwa/Km2. Hal ini berarti dalam 1 Km2 di Kecamatan Jebres dihuni oleh 10.790 penduduk.
Kepadatan penduduk diperoleh dengan rumus :
Kepadatan penduduk = jumlah penduduk (jiwa) / Luas wilayah (km2)
Ø  Metode-metode perhitungan penduduk
1. Sensus penduduk
Sensus penduduk adalah perhitungan penduduk secara serentak dan biasanya dilakukan 10 tahun sekali dalam lingkup nasional. Sejak Indonesia berdiri sudah diadakan 5 kali sensus yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.
Ciri-ciri sensus penduduk :
a. Semua orang dalam suatu wilayah Negara.
b. Serentak dan waktu tertentu (biasanya 10 tahun)
c. Wilayah tertentu (biasanya dalam lingkup nasional)
Macam-macam sensus :
a. Berdasarkan cara pencatatan
De facto adalah sensus yang dilakukan pada semua orang yang berada di wilayah sensus pada saat pencatatan.
De jure adalah pencatatan sensus yang dilakukan pada penduduk yang benar-benar mendiami wilayah sensus.
b. Berdasarkan operasional kerja pencatat
Canvasser adalah metode sensus dimana pencatat mendatangi rumah per rumah dan melakukan pencatatan sendiri.
House holder adalah metode pencatatan dimana pencatat memberikan angket untuk diisi oleh pemilik rumah.
2. Survei
Survei adalah perhitungan penduduk dengan metode sampling. Teknik ini digunakan untuk menghemat waktu dan tenaga dan biasanya digunakan untuk kepentingan yang tidak memerlukan data secara detail. Survey dilakukan dengan pengambilan sampel yang dianggap mewakili populasi karena dianggap seragam, oleh karena itu metode biasanya terjadi kesalahan/distorsi data yang disebut error. Metode ini dapat digunakan untuk menghitung jumlah penduduk namun paling sering digunakan untuk mengetahui kualitas penduduk/komposisi penduduk.
Misal :
Survei untuk menghitung jumlah penduduk :
Lima Kecamatan di Kota Solo dianggap memiliki jumlah penduduk yang seramag/homogen. Oleh karena itu dalam perhitungan penduduk hanya menggunakan sampel Kecamatan Laweyan. Setelah dihitung ternyata Jumlah penduduknya 12.000 jiwa. Jadi Jumlah penduduk Kota Solo adalah 5 x 12.000 = 60.000 jiwa.
Survei untuk menghitung kualitas penduduk :
Dalam kelas IPS 3 SMA N 2 Surakarta dianggap memiliki tingkat kepandaian berhitung seragam. Maka untuk melakukan pengujian seberapa tingkat kemampuan berhitung dalam kelas tersebut diambil sampel si A, si B dan si C saja.




3. Registrasi
Registrasi adalah catatan secara continue/terus menerus yang dilakukan oleh dinas terkait terhadap penduduk suatu wilayah administrasi.


















Ø  Komposisi Penduduk
Pengertian komposisi penduduk
Komposisi penduduk adalah penggolongan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya : penduduk desa dapat digolongkan berdasarkan tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, jenis kelamin dsb.
Macam-macam komposisi penduduk
1. Berdasarkan aspek biologis
Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.
2. Berdasarkan aspek sosial
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan tingkat pendidikan dan status perkawinan.
3. Berdasarkan aspek ekonomis
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
4. Berdasarkan aspek geografis
Misalnya : penduduk di golongkan berdasarkan lokasi tempat tinggal.





DAFTAR PUSTAKA
buku paket geografi yudistira kelas 1
buku paket geografi erlangga kelas 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar